Carry Over Boiler
June 19, 2021Pada Industri Pengolahan Kelapa Sawit / Palm Oil Mill memiliki banyak stasiun pengolahan yang memiliki fungsi dan peran masing-masing. Salah satunya adalah stasiun Boiler, dimana pada stasiun ini terdapat Unit pembangkit Uap (Steam Generator) atau lebih dikenal dengan Boiler. Dalam prosesnya, unit boiler memerlukan perhatian khusus dan operatornya juga harus tersertifikasi sebagai salah satu syarat pengoperasian boiler.
Seperti kita ketahui bersama proses pembentukan steam Boiler terkadang sering mendapati masalah saat operasional. Problem yang terjadi pada boiler bukan hanya karena masalah mekanikal tetapi bisa juga di karenakan masalah proses operasional yang kurang tepat. Problem kualitas air dan kesalahan operasional tidak bisa di pisahkan karena saling keterkaitan satu sama lain, karena hasil yang baik pasti didapatkan dari proses dan kondisi unit yang baik juga. Namun, ketika ada problem kualitas air Feed Water dan kelalaian operasional dapat menyebabkan:
1. Kerak atau scale pada pipa boiler
3. Carry Over Boiler
4. Penurunan efisiensi Boiler
Carry Over
Namun dalam artikel ini kami akan sedikit membahas tentang carry over pada Boiler . Carry over sendiri menjadi momok yang bisa di katakan menjadi penyakit yang harus di hindari dan jangan sampai terjadi, karena akan berdampak negatif ke unit pembangkit (Turbine)
Carry Over adalah terbawanya komponen padatan dari air boiler ke aliran steam. Ada banyak hal yang mempengaruhi terjadinya carry over, beberapa hal utama yang mempengaruhi antara lain:
1. Foaming (Berbusa)
Foaming biasanya terjadi di karenakan kualitas air boiler yang buruk dimana kandungan-kandungan zat yang terkandung dalam air boiler seperti alkalinity, senyawa organik, minyak, dan garam-garam terlarut dan TDS air boiler yang selalu over limit.
Pada Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill), sering terjadi carry over disebabkan karena perubahan kualitas air umpan. Pabrik kelapa sawit biasanya mengambil air dari Waduk ataupun dari sungai,hal ini dilakukan karena kebutuhan steam pada Palm Oil Mill / Pabrik Kelapa Sawit adalah untuk sekali pakai. Dimana sisa uap atau steam dari Turbin akan di pakai untuk proses perebusan Tandan Buah Segar (TBS) di stasiun sterilizer, kemudian steam akan langsung di buang ke udara.
Air umpan yang terus berganti selama operasional boiler ini sangat riskan terhadap perubahan kualitas air. Oleh karena itu harus pada stasiun Water Treatment Palm Oil Mill menjadi pintu utama dalam menjaga kualitas air yang akan dikirim untuk di umpankan ke Boiler.
2. Priming
Sering disebabkan masalah operasional seperti pengurangan tekanan steam yang mendadak karena kenaikan steam load yang cepat dan kontrol level air boiler yang tidak baik (selalu high level melebihi
gauge glass).
Ada banyak penyebab terjadinya perubahan tekanan drastis pada Boiler Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill). Dalam proses Palm Oil Mill semua ada stasiun-stasiun utama seperti Boiler, Power House, Sterilizer, Press. Atau dalam istilahnya Process Cycle dimana jika salah satu prosesnya tersendat akan mengakibatkan efek domino pada proses pengolahan pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill). Sebagai Contoh: Jika bahan bakar (Fiber) dari stasiun press berkurang kemudian tanpa adanya koordinasi antar stasiun tentu akan menyebabkan tekanan akan drop cepat dikarenakan kekurangan bahan bakar.
3. Kerusakan Peralatan
Kerusakan pada sistim pemisahan steam kering dengan air (baffles, screens, mesh demisters, chevron
separators, ataupun centrifugal separators pada steam drum)
Effect Carri Over
Ada banyak sekali efek yang akan terjadi jika terjadi carry over, diantaranya:
- Deposit pada superheater dan pipa dryer
- Menurunnya temperatur dryer karena deposit di pipa dryer
- Overheating pada superheater - failure
- Biaya maintenance lebih besar
- Unscheduled shut down
Demikian beberapa hal tentang Carry over pada Palm Oil Mill, semoga bermanfaat dan menjadi penambah wawasan untuk kita terapkan dan kita pahami untuk kelancaran proses pengolahan pada Pabrik Kelapa Sawit (Palm Oil Mill).